Tertarik juga

Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan inspiras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan inspiras. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2024

Membuka Pintu Surga dengan Sedekah

Kisah Ali bin Abi Thalib r.a.



Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman : 

  إِنْ تُقْر ضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ  لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ  

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Peembalas Jasa lagi Maha Penyantun." (QS At-Taghaabun, 64:17)

Pada kehidupan kita didunia seringkali kita selalu mendapat sesuatu yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetapi dibalik hal tersebut apabila kita dapat menyikapinya dengan baik dan kesabaran kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala, Inshaallah kita akan mendapatkan balasan yang terbaik oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala. marilah kita membaca suatu kisah dari Ali bin Abi Tahlib r.a. yang semoga dapat memberikan kita inspirasi didalam kehidupan kita. 

Ali bin Abi Thalib r.a. tidak seperti biasanya, hari itu pulang lebih sore menjelang Ashar. Dengan sukacita Fatimah r.a. putri kesayangan baginda nabi Muhammad Rasulullah saw. menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak, karena kebutuhan dirumah semakin besar.


Setelah sejenak melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "'Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun."

Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala."

"Terima kasih," jawab Ali. Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakkal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukkan sikap kecewa atau sedih. Ali lalu berangkat ke mesjid untuk menjalankan salat berjama'ah.


Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?" Dengan heran Ali menjawab, "Ya betul. Ada apa, Tuan?"

Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya." Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.

Tentu saja Fatimah sangat gembira memperolah rezeki yang tidak di sangka-sangka, ketika Ali menceritakan kejadian itu kepadanya. Dan kemudian ia meyuruh Ali membelanjakannya semua, agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari. Ali pun bergegas berangkat kepasar.

Sebelum masuk ke dalam pasar, Ali melihat seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang menghabiskan bekal di perjalanan."


Tanpa berfikr panjang lagi, Ali segera memberikan seluruh uangnya kepada orang itu. Pada waktu ia pulang, Fatimah sangatlah heran melihat suaminya tidak membawa apa-apa. Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya.

Mendengar itu Fatimah sama sekali tidaklah marah. Dan dengan lapang hati ia memaafkan suaminya. Malah dengan tersenyum menjawab, "Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang dimurkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita."

Dari kisah tersebut kita dapat memetik suatu pelajaran yang sangat berharga dari Ali Bin Abi Tahlib, bahwa siapa saja seseorang yang dengan ikhlas menyedekahkan sebagian hartanya dijalan Allah Subhanahu Wa ta'ala  maka sesungguhnya allah akan meridhoinya untuk masuk kedalam surga-Nya.

Doa ibu tak terhalang





DOA IBU SEPANJANG MASA






Doa kedua orang tua baik itu ibu maupun ayah sama-sama mustajab. Doa orang tua kepada anaknya adalah doa yang di kabulkan Allah. Allah dan Rasulullah tidak pernah membeda-bedakan mana yang lebih afdhal dari keduanya. Rasulullah menyebutkan bahwa doa orang tua adalah doa yang mustajab sebagaimana bunyi salah satu hadits berikut ini yang artinya:

tiga doa yang dikabulkan Allah dan tidak diragukan lagi, yaitu doanya orang yang teraniaya, doanya orang musafir, dan doanya orang tua untuk anaknya”  (HR. Ibnu Majah dan Ahmad, dishahikan oleh Al-Albani).

Namun pada kenyataannya doa sang ibu lebih dahsyat di bandingkan dengan doa sang ayah, itu di sebabkan karena seorang ibu bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh seorang ayah. Apa yang dilakukan oleh seorang ibu untuk anaknya selalu unggul dibandingkan dengan ayah, dari sisi nilai bukanlah materi. Ibu bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh ayah, tetapi kadar dan kualitas yang dilakukan oleh ibu jauh lebih tinggi. Apa sajakah yang menjadikan doa ibu tak terhalang ? Dibawah inilah sebabnya :


1.   Ridha seorang ibu tidak dapat ditandingi keridhaan ayah, begitupun keikhlasannya. Benar bahwa ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua. Maka doa kedua orang tua akan dikabulkan Allah. Namun pada umumnya ridha ayah kepada anaknya sering masih diikuti syarat ini dan itu. Sedangkan ridha ibu kepada anaknya mutlak tanpa syarat, maka doanya lebih manjur dan tidak terhalang. Sungguh Allah menerimah amal perbuatan orang yang ikhlas.

2.  Keprihatinan ibu tak bisa ditandingi oleh keprihatinan ayah. Soal yang satu ini, seorang ayah tidakboleh protes. Karena kenyataannya demikian . ibu selalu memikirkan anaknya, memproteksikan anaknya, berpuasa bahkan menderita demi sang buah hati. Pembelaan ibu kepada anaknya juga sangat luar biasa, seperti seekor induk ayam yang mengerami telur dan menjaga anak-anaknya setelah menetas. Keprihatinan ini disebut “ ryadhah.” Dan orang-orang yang banyak riyadhah, doanya dikabulkan Allah.


3.  Kedekatan ibu kepada anak tak bisa dikalahkan oleh kedekatan ayah. Kedekatan inilah yang membuat seperti tidak ada jarak. Hati ibu seakan telah menyatuh dengan hati anak, sehingga ibu merasakan apa yang di rasakan oleh anak. Kedekatan itu di bangun dengan terbentuknya kasih sayang. Kasih sayang itulah yang mmbuat doa ibu tidak terhalang. Kasih sayang ibu terhubung langsung dengan kasih sayang Allah Ar- Rahim. Rasulllah menyatakan : orang yang memberikan kasih sayang, akan diberi kasih sayang. Dan kasih sayang Allah bagi ibu diwujudkan dalam bentuk terkabulkanya doanya.



4.  Kesyukuran seorang ibu melebihi kesyukuran seorang ayah. Dalam hal syukur, memang ada 2 sikap ibu yang sangat ekstrim, yaitu sangat bersyukur dan tidak pernah bersyukur. Seorang ibu yang sangat bersyukur, biasanya kesyukurannya akan melebihi kesyukuran suaminya. Maka kepada ibu yang sangat bersyukur, Allah kabulkan keinginannya. Allah memudahkan jalan usaha suaminya, Allah menjadikan anak-anaknya patuh dan menghormati orang tuanya. Inilah salah satu sebab doa ibu tek terhalang karena kesyukurannya.

 5.   Kesabaran ibu melebihi kesabaran ayah. Ibu sudah terbiasa merasakan hal-hal yang menyakitkan dan hal-hal yang melelahkan. Maka percuma saja kalau tidak dijalani dengan bersabar. Karena kesabaran itulah, maka Allah selalu menyertainya. Allah berfirman: “ sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.” Kesabaran dan ketekunan itulah yang mengunggah kehendak Allah untuk mengabulkan doanya.
Maka inilah yang mejadikan doa seorang ibu kepada anak-anaknya sehingga tidak adapun yang dapat menhalanginya, maka janganlah kita meyia-yiakan pengorban ibu kita karena kasihnya akan terus ada walaupun dia sudah tiada.        



Rabu, 09 Januari 2019

Dasyat nya Shlat Dhuha


Keutamaan Sholat dhuha  



Sholat dhuha merupakan bagian dari sholat sunnah. Sholat ini termasuk sholat sunah yang dikerjakan di siang hari. Tepatnya dilakukan setelah terbit matahari hingga menjelang masuk waktu dzuhur. Waktunya pelaksanaannya dimulai ketika matahari mulai nampak terlihat seukuran tinggi tombak dan berakhir hingga matahari tergelincir (waktu Dzuhur).

Baca: Dasyatnya Sunnah Fajar


Ada banyak sekali manfaat serta keutamaan sholat dhuha untuk kehidupan sehari-hari. Berikut ini keutamaan sholat dhuha berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha

1. Pahala Orang yang Mengerjakan Sholat Dhuha seperti Pahala Bersedekah


Mengerjakan sholat dhuha mempunyai keutamaan amalan seperti keutamaan sedekah. Sedekah yang dimaksud disini ialah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita, terlebih lagi jika dibarengi dengan rasa ikhlas mengerjakannya. Bagi seseorang yang mengerjakan sholat dhuha, maka dia akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak persendian itu. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya yang berbunyi :

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ 

تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ 

مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

"Di pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) dikatakan sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) dikatakan sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) dikatakan sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu Akbar) juga dikatakan sedekah. Begitu pula amar maruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa diganti dengan mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 2 rakaaat." (HR. Muslim).


Baca Juga : Ke dasyatan Suatu Doa

2. Kebutuhannya Selalu Dicukupi

Keutamaan Sholat Dhuha yang dilakukan oleh seseorang pagi hari ialah tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut hingga sore hari. Sholat Dhuha ialah sholat yang dilakukan untuk memohon rizki kepada Allah SWT. Hal tersebut ditunjukan dalam ketentuan waktu pelaksanaan serta tersirat dalam do’a yang dibaca seusai melaksanaan sholat dhuha.

Tidak hanya itu, Allah SWT juga berjanji kepada siapapun yang rajin melaksanakan sholat Dhuha untuk mencukupi segala kebutuhannya. Setidaknya kebutuhannya hingga sore hari. Berdasarkan janji-Nya tersebut, Allah memberikan balasan dan imbalan atas kesediaan hamba-Nya untuk mengingat diri-Nya di waktu Dhuha, dengan cara memenuhi segala yang menjadi kebutuhan dia sepanjang hari itu. Ini sesuai dengan hadis qudsi Rasulullah saw. Yang bunyinya :


قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, kerjakanlah 4 rakaat di pagi hari, maka Aku akan mencukupimu di sore harimu”

Janji Allah ini akan bisa menjadi obat hati yang gelisah dikarenakan kurangnya rizki yang diperoleh serta mencegah bahaya putus asa bagi sebagian orang yang selalu merasa kekurangan. Sholat dhuha merupakan salah satu perantara yang cukup ampuh agar segala apa yang diinginkan segera terkabul seperti halnya dalam mengerjakan sholat hajat.


3. Memperoleh Ghanimah atau Keuntungan yang Lebih Cepat

Orang yang dengan tekun mengerjakan sholat dhuha, maka dia akan memperoleh keutamaan sholat dhuha berupa ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. Hal ini sudah terjadi di zaman Rasullullah, dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang mengerjakan sholat Dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang.

Yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka, kemudian kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan kemenangan serta membawa barang ghanimah (rampasan perang) yang banyak. Hal ini tersebut dijadikan motivasi untuk selalu mengerjakan amal ibadah disertai usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT, karena manfaat tawakkal amatlah besar.

Rasulullah pernah mengatakan bahwa keuntungan yang akan diperoleh bagi mereka yang mengerjakan sholat Dhuha berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Rasullulah SAW yang bunyinya :

“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan sholat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”


Baca Juga : Rezki lebih berkah, 5 Jurus amalan Ampuh pembuka pintu rezki

4. Dibangunkan Istana di Surga Nantinya

Keutamaan sholat dhuha berikutnya adalah dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah yang sangat indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat terlebih lagi mereka melaksanakannya dengan 12 rakaat. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw yang berbunyi :

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Siapa saja yang Mengerjakan sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga” (HR. Ibnu Majah).

5. Mendapat Pahala Haji dan Umrah



Keutamaan sholat Dhuha yang dikerjakan dengan tekun ialah dia akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna. Ini Sesuai dengan Hadis Rasulullah yang berbunyi:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ 

كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Dari Anas ra berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan sholat fajar (subuh) berjamaah, lalu ia (setelah usai) duduk berzikir mengingat Allah hingga terbit matahari, kemudian ia sholat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna” (HR. Tirmidzi).

6. Sholat Dhuha dapat Menggugurkan dosa

Keutamaan Sholat Dhuha selanjutnya ialah dapat menggugurkan dosa-dosa. Orang yang rutin melakukan ibadah sholat dhuha dosanya akan diampuni meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuhanya, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi).

7. Dibuatkan Pintu Khusus di Surga

Keutamaan sholat dhuha lainnya yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekun menjalankan sholat dhuha ialah, bahwa nantinya akan dibuatkan pintu yang khusus di surga kelak. Yaitu pintu yang dinamakan pintu Dhuha. Dengan begitu orang yang rajin mengerjakan sholat dhuha mempunyai kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT, sampai-sampai dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga. Hal ini tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf. Sebagai mana yang termuat dalam hadis Rasulullah.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad saw bersabda:

Baca Juga :  CIRI-CIRI MANUSIA YANG DICINTAI OLEH JIN 

“sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat penjaga surga memangil; siapa ia yang menjaga sholat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)





Minggu, 30 Desember 2018

Doa bagi Ibu Hamil

Doa Ibu Hamil




semua orang tua pasti menginginkan untuk memilik anak yang baik, sholeh dan sholehah, karna mereka sadar bahwa anak adalah penerus dari orang tua nya, anak juga yang menjadi cerminan pertama kali masyarakat dalam memandang suatu keluarga dalam membesarkan dan mendidik anaknya. 

oleh karna itu banyak sekali hal yang dapat dilakukan orang tua didalam mendidik anak nya, baik itu memasukkan nya di sekolah formal maupun non formal. tapi kita tentu sudah mengetahui bahwa  didalam islam Allah swt telah memberikan kita doa-doa yang dapat kita amal kan baik itu menurut Al-Qur'an maupun sunnah dari Rasulullah saw. bagaimana kah doa-doa tersebut. Inilah beberapa doa yang dapat diamalkan bagi kita yang menginginkan anak yang baik terkhusus lagi bagi anda yan sedang mengandung.

1. doa nabi Muhammad saw

artinya : "Ya Allah, perbanyaklah hartaku dan anakku, serta berkahilah apa yang telah engkau karuniakan kapada nya, perbagus budi pekertinya, serta berkahilah saya." (HR. Bukhari)

Rasulullah saw pernah mendaokan anak dari Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radiyallahu 'anhuma . Doa ini di anjurkan oleh nabi Muhammad saw. guna memberikan kekayaan dan keturunan. jadi bagi anda yang belum dikarunia kan anak hingga saat ini tidak ada salahnya bila mengamal amalan ibu hamil yang dianjurkan tersebut.


2. Al-Furqon ayat ke- 74



artinya : " Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-oran yang bertakwa".

untuk doa yang satu ini juga sangat bagus untuk di baca oleh para suami yang mendoakan istrinya ketika masa kehamilannya.

3. doa nabi Ibrahim 'Alaihis Salaam

artinya : "Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk oran-orang yang sholeh" (Q.S. Ash Shafaat ayat 100).

jadi para bunda sekalian jangan pernah ragu untuk berdoa dengan amalan doa untuk ibu hamil ini. karena doa ini adalah doa yang selalu diamalkan oleh Nabiyullah Ibrahim as.


inilah beberapa doa yang dapat bunda maupun suami amalkan, semoga memberikan manfaat aamiin.


Sabtu, 04 Agustus 2018

Bidadari Surga







Didalam Al-Qur'an maupun hadits, dapat kita jumpai beberapa keterangan tentang sifat-sifat bidadari yang berada di surga. Mereka berkulit putih bersih dan bermata jeli. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala didalam Al-Qur'an :


حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

Artinya : (Bidadari-bidadari) yang jelita,, dipingit dalam rumah. (QS. Ar-Rahman :72)

Firman Allah Swt :

وَحُورٌ عِينٌ


Artinya : Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli. (QS. Al-Waqiah : 22)


كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

Artinya :Dan kami berikan kepada mereka bidadari bermata jelita sebagai teman hidupnya. (QS. Ad-Dukhan : 54)



Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda :Allah Swt. telah menciptakan wajah-wajah bidadari terdiri dari empat warna : putih, hijau, kuning dan merah Dan tubuhnya diciptakan dari za'faro,  misik dan kafur. Dan rambutnya diciptakan dari cengkeh. Bagian tubuhnya mulai dari kaki sampai lutut tercipta dari za'faron. Dari lutut sampai buah dada tercipta dari 'anbar. Dari leher sampai kepala tercipta dari kafur.  Andaikata meludah kedunia, maka ludahnya akan menjadi misik. Pada setiap dadanya tertulis nama suaminya dan nama dari nama-nama Allah. Pada setiap tangannya menggunakan sepuluh gelang dari emas, memakai cincin sebanyak sepuluh ada jari-jarinya, memakai sepuluh perhiasan gelang kaki dari mutiara dan permata.

Sebuah hadits berbunyi: Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan maka Allah akan mengawinkan dengan satu bdadari yang berada didalam khimah mtiara yang terukir

Senin, 30 Juli 2018

Imam Bukhari Si Pengumpul Hadits Nabi


Kisah Si Pengumpu Hadits Nabi



Imam Bukhari dilahirkan pada bulan Syawwal tahun 194 H di negeri Bukhara, yang kemudian dikenal sebagai bagian dari negeri Soviet. Imam Bukhari adalah seorang yang sangat alim, khususnya di bidang hadits Nabi. Dia menyusun sebuah kitab yang kesahihannya telah disepakati oleh umat islam dari jaman dahulu  hingga sekarang.

Imam Bukhari pernah ditanya oleh seseorang, "Bagaimana asal mulanya engkau berkecimpung dalam bidang hadits ini?"

Imam Bukhari menjawab, "Saya diilhami untuk menghafal hadits ketika saya bersama dengan para penulis hadits."

Pada saat usia dari Imam Bukhari sendiri sekitar 10 tahun atau kurang. Lalu Dia keluar dari kelompok para penulis itu, dan selanjutnya saya selalu menemani Ad Dakhili dan ulama lainnya. Ketika dia telah berkecimpung di bidang ini, dia telah hafal Ibnu Mubarak dan Waqi'. Ia lalu pergi ke Mekkah bersama ibu dan saudara nya. Sesudah selesai berhaji, saudara nya lalu menghantarkan ibu nya pulang, sedangkan Imam Bukhari sendiri memperdalam dan mematangkan diri dalam bidang hadits.

Imam Bukhari selanjutnya berkelana ke berbagai daerah seperti Nisabur, Baghdad, Bashrah, Kufah, Mekkah, Syam dan Mesir untuk mendapatkan hadits dari sejumlah ulama. Lalu di masjid Nabawi Imam Bukhari menulis kitabmya yang bernama Tarikh, yang merupakan sejumlah buku yang memuat nama-nama rijal (orang).



Imam Bukhari pada waktu kecil pernah mendatangi para ulama yang sedang bersama para muridnya. Karena masi kecil, beliau sendiri merasa malu memberi salam kepada mereka. Saat ditanya oleh seorang alim : "Berapa hadits yang kamu tulis hari ini?" Imam Bukhari menjawab, "Dua" orang-orang yang ada disekitarnya tertawa. Sang alim itu pun berkata, "Kalian jangan menertawakannya, boleh jadi suatu hari kalianlah yang akan ditertawakannya."

Suatu hari Imam Bukhari bersama dengan Ishak Ibnu Rahawaih, lalu ada sejumlah orang yang berkata kepadnya, Alangkah baiknya kalau sekiranya engkau kumpulkan sunnah Nabi Saw. dalam sebuah kitab yang singkat. Hal tersebut mengena dalam hati Imam Bukhari, maka mulailah ia mengumpulkannya dalam kitab ini(Kitab sahih Bukhari).

Imam Bukhari meninggal pada malam hari raya Idhu Fitri 256 H, pada usia 62 tahun. Makamnya terletak di Bikharat, dekat dengan Samarkand.

Jumat, 25 Mei 2018

Kisah Tsabit bin Ibrahim


Tragedi Setengah Biji Buah Apel





Sinar matahari masih terik ketika seorang lelaki yang sholeh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggir kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan yang subur. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah, membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berfikir panjang dipunggut dan dimakanlah buah apel yang lezat itu. Akan tetapi baru saja setengahnya dimakan dia teringat, bahwa buah itu bukanlah miliknya, dan belum juga mendapat izin pemiliknya.

Maka ia segera masuk ke dalam kebun itu untuk menemui pemiliknya, agar dihalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki, maka langsung saja dia berkata, 

"Pak, aku menemukan apel ini tergeletak di tepi jalan. Dan aku sudah memakan setengahnya. Aku berharap anda menghalalkannya."



Orang tersebut menjawab,

"Aku bukanlah pemilik kebun ini. Aku hanyalah pekerja yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebun ini."

Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi,

"Dimanakah rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya, dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini."

Pengurus kebun itu berkata kepadanya, apabila engkau ingin pergi kesana, engkau harus menempuh perjalan sehari semalam.

Tsabit bin Ibrahim bertekad akan tetap pergi kerumah pemilk kebun tersebut. Tidak mengapa akan dia tempuh perjalanan jauh, karena Tsabit telah memakan apel yang tidak halal baginya, karena tanpa izin pemiliknya. Karena sesuai dengan sabda Rasulullah saw. 

''Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.''

Tsabit lalu pergi kerumah pemilik kebun itu. Setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, ''Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh keluar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu?"

Lelaki tua itu sangat heran melihat kejujuran pemuda tampan yang menjadi tamunya ini. Seumur hidupnya tidak pernah menemui pemuda yang mau berjalan sehari semalam 'hanya' untuk meminta label halal bagi apel yang dipunggut di tepi jalan. Maka dia tidak ingin melepaskan pemuda tersebut begitu saja. Lalu dengan tegas dia berkata, "Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya, kecuali dengan satu syarat."

Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu, karena takut dia tidak dapat memenuhinya. Dia lebih takut siksaan di akhirat daripada masuk bui. Maka segera ia bertanya 'Apa syarat itu tuan?"

Kejutan pertama menghantam dada Tsabit, ketika orang itu menjawab, "Engkau harus, menikahi putriku!"

Dada Tsabit bin Ibrahim langsung berdetak denggan kerasnya Dia tidak bisa memahami jalan pikir lelak berwajah tenang dan berwibawa itu. Maka dia bertanya lagi, 

"Apakah hanya karena memakan setengah biji buah apel yang keluar dari kebunmu, aku harus menikahi putrimu?"

Pemilik kebun itu seolah tidak peduli rotes Tsabit. Ia bahkan menambahkan, bahwa sebelum pernikahannya di mulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari tu dia seorang yang lumpuh.

Tsabit amat terkejut mendengar deskripsi si calon isteri, ini benar-benar terlalu. Bahkan dia sempat befikir, ini sebuah tragedi! Apakah perempuan seperti itu patut dipersunting sebagai isteri hanya gara-gara makan setengah biji buah apel yang tidak halal? Mungkin lebih baik sebulan masuk tahanan polisi, daripada menderita seumur hidup dengan isteri yang terpaksa dinikahi!

Melihat kebimbangan Tsabit, si pemilik kebun itu terus menekan lagi, dengan meyerang sisi keimanan Tsabit. Bila dia tidak mau memenuhi syarat itu, maka pemilik kebun tersebut tidak akan menghalalkan apa yang telah dimakannya.

Namun hati Tsabit telah mantap dia tidak ingin masuk neraka hanya karena makan setengah buah apel yang tidak halal. Kemudian Tsabit menjawab,

"Baiklah, aku akan menerima pinangannya dan pernikahannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul 'alamin. Untuk itu aku akan memenuhi hak dan kewajibanku kepadanya. Karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku. Dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan amal kebaikanku di sisi Allah Ta'ala."

Maka pernikahan Tsabit pun berlangsung dilaksanakan hari itu juga. Pemilik kebun itu segera menghadirkan dua orang saksi yang akan menyaksikan proses akad nikah mereka. Sesudah akad nikah selesai, Tsabit pun langsung dipersilahkan masuk untuk menemui isterinya.

Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengatin, dia berfikir akan tetap mengucapkan salam walaupun isterinya tuli dan bisu. Karena, bukankah malaikat Allah yang ada didalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka ia pun mengucapkan salam.


"Salamun 'alaikum..."

Sebuah kejutan hebat terjadi lagi bagi Tsabit yang alim. Tidak disangkanya sama sekali, wanita muda yang ada dihadapannya, dan sudah resmi jadi isterinya itu menjawab salamnya dengan baik,

"Salamun 'alaikum bima sobartum..."

Hari ini memang penuh kejutan. Ketika Tsabit hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tanganya. Sekali lagi Tsabit terkejut, karena wanita yang baru saja menjadi isterinya itu menyambut uluran tangannya.

Tsabit sempat terhenyak dengan kenyataan ini. Bagaimana tidak wanita yang sebelumnya di katakan oleh ayahnya, bahwa dia itu wanita tuli dan bisu, tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti dia dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh, tetapi ternyata dia menyambut kedatangan Tsabit dengan ramah, dan ternyata mengulurkan tangannya yang mesra pula.

Lalu wanita cantik itu dengan senyum simpul dan sabar menjawab,

"Ayahku benar,, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah''

Tsabit bertanya lagi, "Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli, mengapa?"

Masi dengan senyum wanita muda itu menjawab, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayah juga mengatakan kepadamu, bahwa aku bisu juga lumpuh, bukan?" tanya wanita itu.

Karena masih di liputi takjub, Tsabit hanya bisa mengangguk perlahan, membenarkan pertanyaan isterinya. Wanita itu lalu menjelaskan, "Aku dikatakan bisu, karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh, karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-temat maksiat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala."

Tsabit amat bahagia mendapatkan isteri yang ternyata amat sholihah, dan wanita yang mampu memelihara dirinya. Dengan bangga dia berkata tentang isterinya yang bening, "Ketika kulihat wajahnya, subahanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap gulita."

Keluarga Tsabit bin Ibrahim dan isterinya yang sholihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka mendapat karunia seorang putra, yang ilmunya memancarkan hikmah keseluruh penjuru dunia. Dia adalah Al-Imam Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit.

Senin, 05 Maret 2018

Dunia jangan jadikan tempat Tinggal




Misteri Tiga Masa



Pada hakikatnya dunia itu dibagi menjadi tiga periode besar. Tiga periode atau masa yang penuh dengan mister. Pertama ialah periode masa lalu atau jaman sekarang. Kedua, periode masa kini, dan ketiga adalah periode masa yang akan datang. Ini pembagian yang dilakukan oleh al-Ghazali.

Kata al-Ghazali, " Periode masa lalu adalah keadaan yang engkau tidak penah mengalaminya karena erangsung jauh sebelum engkau terwujud di  dunia. Engkau masi berada dijaman azali. Peiode ini, ialah keadaan jaman diantara masa lalu dan masa yang akan datang. Engkau hidup dalam periode kni. Sedangkan periode masa akan datang jaman yang belum pernah engkau jumpai, kecuali engkau mati. Jika engkau telah mati, maka engkau hidup kembali dalam jaman masa mendatang itu.


Dapatlah digarisbawahi bahwa jaman terkini itu sangat pendek dibandingkan jaman sesudahnya atau sebelumnya. Sesungguhnya manusia ibarat musafir yang melakukan perjalanan jauh. Perjalanan yang dimulai sejak jaman azali hingga jaman ukhrawi. Sedangkan jaman terkini (di dunia ini) ibarat persinggahan yang tak lama lagi harus ditingalkan karena perluh meneruskan perjalanan.

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya manusia dan dunia ini dapat diibaratkan sebagai orang yang berkendaraan di tengah hari panas. Lalu menjumpai sebuah pohon (perumpamaan dunia). Ia singgah dan berteduh sejenak disana. Lalu meneruskan perjalanan kembali."


Dunia ibarat orang yang 'mampir' (singgah sebentar untuk melepas dahaga), setelah itu harus pergi meninggalkannya. Perjalanan setelah singgah itu cukup jauh dan penuh dengan teka-teki. Dunia ibarat jembatan bagi musafir. Orang yang bijak, ia tentu hanya menyeberanginya dengan cukup hati-hati. Setelah sampai di seberang, ia melanjutkan perjalanan. Sedangkan bagi orang yag tidak bijak, ia akan berhenti disitu dan membangun jembatan yang sudah ada. Sehingga ia tak sampai pada tujuan yang diharapkan.

Jelaslah bahwa kehidupan di dunia itu merupakan perjalanna yang harus dilewati untuk menuju kepada kehidupan yang lebih abadi.  Ketika masih bayi berada dalam ayunan, itulah pos pertama yang harus dilewati. Lalu menyeberangi jembatan dan pejalanan lainnya yang penuh dengan rintangn, dan kesulitan-kesulitan lain. 


Kamis, 14 Desember 2017

Inilah Ayat yag tertulis disayap Malaikat JIbril !!!

Ayat yang Ada Pada Sayap Malaikat Jibril!!!





Ketika Muhammad saw di isra'kan kelangit, dia telah melihat 'Arasy yaitu terdiri dari tiga ratus enam puluh sudut. Dan jarak antara sudut satu dengan yang lain adalah sejauh perjalanan tiga ratus ribu tahun. Dibawah tiap-tiap sudut terdapat dua belas ribu padang pasir. Luas tiap padang pasir adalah seluas antara masyriq dan maghrib. Ditiap-tiap padang pasir terdapat delapan puluh ribu malaikat pembaca surat "Al Ikhlash" yang pahalanya diberikan kepada orang-orang yang membacanya dari ummat Muhammad saw. baik itu laki-laki maupun perempuan.


Mendengar cerita ini para sahabat merasa heran, lalu Nabi saw. besabda : Demi Tuhan yang nyawaku berada di kekuasaanya, bahwa 'Qulhuwallahu ahad' yang tertulis disayap malaikat Jibril, ayat 'Allaahushshamad' tertulis disayap malaikat Mika'il, dan ayat 'lamyalid walam yuulad' tertulis disayap malaikat Izra'il, sedang 'Walam yakullahu kufuan ahad' tertulis di sayap malaikat Israfil as.



Maka barang siapa dari umat Muhammad yang membaca surat Al-Ikhlas, mak diberikan oleh Allah pahala seperti membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al Qur'an. Kemudian Nabi bersabda : Apakah kalian measa heran wahai sahabat-sahabatku?  Para sahabat menjawab : Betul ya Rasulullah. Bliau meneruskan sabdanya : Sesungguhnya "Qulhuwallaahu ahad" itu ertulis di kepala Abu bakar Ashshidiq, "Allaahushshamad" tertulis dikepala Umar Alfaruq, "Lamyalid walam yuulad" tertulis di kepala Utsman Dzin Nuraini, sedang "Walam yakunlahukufuan ahad" tertulis di kepala Ali As akhiyyi.



Maka barang siiapa yang membacanya akan diberi pahala serupa yag diberikan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radhiyallahu 'anhum Ajma'iin.



Minggu, 10 Desember 2017

Lihatlah Perjaungan Cinta Ali bin Abi Thalib



Lihatlah kisah Cinta Ali dan Fatimah | Ustadz Hanan Attaki


Maka lihatlah seorang hamba yang selalu berusaha dan berkerja keras karena Allah, dia akan selalu dijaga dan dilindungi langsung oleh Allah yang Maha perkasa dan yang Maha pengasih.



Dari kisah diatas kita dapat menjadikannya sebagai motivasi dan dorongan bahwa semua yang kita anggap itu sulit dan mustahil, dengan izin Allah semuanya dapat terjadi. Seperti kisah cinta seorang Ali yang menyukai Fatimah putri Rasulullah, namun dia merasa malu untuk mengungkapkannya, karena dia hanyalah seorang yang tidak memiliki apa-apa. Apalagi uang untuk membayar mahar Fatimah, namun berhenti dan pasra bukanlah jalan dari Allah swt. untuk Ali.

Akhirnya dia berkerja dan berusaha terus menerus untuk mengumpulkan uang agar dapat hidup dengan baik dan melamar Fatimah. Disaat itu datanglah 2 orang yang ingin melamar Putri Rasulullah, yaitu Abu Bakhar dan Ummar, namun dengan izin Allah Rasul menolak mereka dan lebih memilih Ali sebagai suami dari Fatimah.

Maka janganlah kita selalu berburuk sangka kepada Allah, karena hanya Allah yang mengetahui tentang takdir soeorang hambanya.

Selasa, 05 Desember 2017

Jangan Meragukan Kekuasaan Allah...!!



Kekuatan dan Rahmat Allah



Pernahkah anda mendengar kisah ini, yaitu kisah seorang dokter dari pakistan, namanya Dr. Ishan yang datang kepada seorang syekh dan menceritakan apa yang telah dia alami.

Dr. Ishan adalah salah satu dokter ahli syaraf terkemuka, serta termasuk dokter terbaik, seorang dokter yang sangat bagus dan susah untuk bertemu dengannya. Bahkan dikatakan kau harus menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan persetujuan darinya untuk menemuinya.

Dia berkata "Aku terbang dari satu kota ke kota lainnya, orang yang sangat sibuk sering terbang ke banyak kota di dalam dan mungkin juga luar negeri." Suatu hari dia menaiki sebuah pesawat tiba-tiba langit berubah menjadi mendung, awan hitam yang besar dan kilat mulai menyambar. 



Lalu mulai turun hujan, ada banyak sekali guncangan yang dialaminya, hingga salah satu mesin pesawat yang di naikinya terkena petir. Mesin pesawat yang dia tumpangi mengalami kerusakan hingga memaksa pesawat tersebut untuk mendarat, pendaratan tersebut terjadi di sebuah bandara kecil terdekat, sebuah jalur yang sangat kecil. Daerah tersebut sangatlah kecil hingga mustahil untuk memperbaiki pesawat secepat mungkin.

Si dokter tersebut bertanya kepada pilot pesawat, "berapa lama kita akan disini?" lalu pilot tersebut berkata, "Kita akan cukup lama disini." si dokter berkata "Tapi aku perlu pergi ke kota sebelah." yaitu kota yang dia tuju, "hanya butuh waktu tiga jam jika menaiki mobil, kenapa kamu tidak menaiki mobil saja." jawab si pilot kepada sang dokter. Karena tidak sabar menunggu akhirnya si dokter menaiki taksi.

Dia masuk kedalam taksi dan seiring taksinya berjalan langit mulai mendung lagi, kilat mulai menyambar dan hujan turun sangat deras sekali, sehingga mobil yang di tumpangi tidak dapat bergerak karena terhalang oleh lumpur dan banjir. Dia berada di daerah sawah, karena menyadari tidak bisa kemana-mana, dia melihat sebuah rumah kecil lalu berfikir mungkin kita bisa kesana untuk berteduh, shalat, mungkin juga bisa makan sedikit.

Mereka memutuskan untuk mengetuk pintu rumah tersebut, area yang tidak dikenal, jauh di suatu tempat, juga jauh dari perkampungan. sambil membawa tas kecil yang berisi peralatannya dan sebagainya pintu rumah terbuka, ternyata seorang nenek tua yang membuka pintu. Sang dokter menceritakan kejadiaan yang di alaminya hingga sampai kerumah nenek tersebut. Dia hanya mencari tempat untuk shalat dan beristirahat, nenek itu berkata, "Tidak masalah, kau boleh masuk." dia mempunyai mushallah  kecil dan sajadah kecil dan disana juga ada seorang anak kecil yang terbaring.

Setiap beberapa waktu dokter itu selalu melihat si nenek tersebut mengecek kondisi anak tersebut. Nenek itu duduk di mushallah itu berdoa dan menunaikan shalat. setelah si dokter selesai mengerjakan shalat dia ingin pamit kepada nenek tersebut. dia berterima kasih kepadanya, lalu bertanyalah si dokter, "apa yang terjadi dengan anak ini?"  nenek itu menjawab, "anak ini adalah yatim dan anak ini sakit sangat parah, saya sudah mengunjungi dokter disekitar. Aku adalah nenek dari anak ini, dokter memberi tahu kami bahwa hanya ada satu orang spesialis yang dapat menolong anak ini dan kami mencoba untuk menemuinya, tapi mereka meminta kami untuk menemuinya enam bulan kemudian dan tempatnya sangat jauh. Aku selalu berdoa kepada Allah sejak hari itu, ya Allah mudahkanlah urusan kami, anak ini sakit, anak ini sakit, mudahkanlah urusan kami ya Allah"

Jadi dokter itu berkata siapakah nama dokter spesialis itu kepada si nenek tua, dokter ishan jawab nenek tersebut, dokter itu lalu menangis, dia langsung menangis begitu saja. "kenapa kamu menangis?" dia menjawab "doa mu baru saja dijawab karena doa mu kilat pun menyambar, mesin pesawat dan terkena sambarannya, pesawat mendarat, saya menaiki taksi, lalu hujan turun lagi, hingga menghentikan kami dan seterusnya." Dan tahukah hujan berhenti setelah pertanyaan itu dijawab. Sungguh berhenti.


Lalu si nenek mulai menangis, subhanallah, dan dokter ini memberi tahu kisahnya "ini adalah aku dan itu terjadi padaku" katanya. Dia berkata "aku belajar tentara Allah diluar batasan, Allah menggunakan apapun yang Dia kehendaki untuk menyelesaikan suatu perkara."

Sungguh begitu luar biasa, hampir tak bisa dipercaya, Bahwa seorang dokter terbaik dimana hampir tidak mungkin menemuinya tanpa melakukan perjanjian sebelumnya, dia seperti digiring kerumah nenek itu, mengetuk pintunya, masuk kedalam, shalat disana, dan mereka pun melakukan pengobatan disana.

Ini adalah bukti bahwa setiap kali kita membutuhkan Allah swt. tetaplah berdoa kita harus yakin jika sudah ditetapkan, maka hal itu akan sampai kepada kita bahwa dengan rahmat dan kekuatan Allah, hal itu akan terjadi, hal itu akan datang.

Akankah kisah ini dapat menyentuh hati anda, yang menunjukkan rasa cinta Allah swt. kekuatan dari Allah, maka jangan pernah meremehkan dan meragukan kekuatan Allah.

Senin, 04 Desember 2017

Kisah TEladan untuk Renungan Diri..


Taubat Karena Kejujuran 



Berikut ini adalah kisah Imam asy-Syafi'i tentang betapa jujur beliau didalam hidupnya. Semoga dapat menjadi bahan motivasi kita sekalian. 

Imam asy-Syafi'i ra. sebelum berangkat belajar ke madinah untuk belajar kapada Imam Malik ra. beliau berkata pada ibunya, "Wahai bunda, berilah saya nasihat!" Ibunya berkata, "Anakku, berjanjilah kepadaku untuk tidak berdusta."

Imam asy-Syafi'i berkata, "Saya berjanji kepada Allah kemudian kepada ibu untuk tidak berdusta." Waktu itu usia beliau masih relatif kecil, beliau dibekali uang 400 dirham oleh sang ibu. Beliau menaiki hewan tunggangannya dan keluar bersama rombongan menuju madinah, sedangkan beliau menyimpan uang itu dalam sebuah kantong yang ia jahit di sela-sela bajunya.

Di tengah perjalanan, ada gerombolan perampok yang merampas seluruh harta rombongan tersebut. tatkala sampai di hadapan Imam asy-Syafi'i yang masih kecil, para perampok itu bertanya,

"wahai bocah, apakah kamu membawa uang?"

"iya, benar."

"berapa?"

"400 dirham."


para perampok itu tertawa sambil mengejek dan beliau, "pergi sana, kamu ingin mengolok-olok kami ya? mana mungkin bocah seperti mu membawa uang sebanyak itu empat ratus dirham.? Sementara asy-Syafi'i berdiri disamping rombongan kafilah yang dirampok, pemimpin rampok berkata kepada anak buahnya.

"apa kalian telah mengambil semuanya?"

"ya"

"apakah kalian tidak meninggalkan seorang pun?" 

"tidak, kecuali seorang bocah yang mengaku telah membawa uang sebanyak 400 dirham, paling anak itu gila atau hanya ingin mengolok-olok kita, sehingga kami biarkan ia"

"bawa anak itu kemari."


Mereka pun membawa Syafi'i kecil. kemudian pemimpin rampok itu bertanya kepada beliau, "apakah kamu membawa uang, wahai bocah?"

"ya"

"berapa uang yang kau bawa?"

"empat ratus dirham"

"dimana kamu simpan uang itu"

Lalu Syafi'i kecil mengeluarkan uang tersebut dari balik bajunya dan kemudian diambil oleh pemimpin perampok tersebut. Pemimpin rampok itu menuangkan uang-uang itu kepangkuannya, lalu ia memandangi Syafi'i kecil dengan keheranan dan berkata, "Kenapa kamu jujur kepadaku ketika aku tadi bertanya kepadamu, dan kamu tidak berdusta kepadaku, padahal kamu tahu bahwa uangmu akan hilang?" Syafi'i pun menjawab, "saya jujur kepadamu karena saya telah berjanji kepada ibuku untuk tidak berdusta kepada siapapun."

Mendengar penuturan Syafi'i kecil itu, tiba-tiba tangan pemimpin perampok itu tertegun dan berhenti memainkan-mainkan uang 400 dirham tersebut. Hatinya bergetar lantaran hidayah dari Allah yang menerangi hatinya. Lalu pemimpin perampok itu berkata sambil mengembalikan uang tersebut kepada Syafi'i kecil, "ambillah uangmu, kamu takut untuk mengkhianati janjimu kepada ibumu, sedangkan aku tidak takut berkhianat kepada janji Allah swt ? pergilah, wahai anak kecil dalam keadaan aman dan tenang, karena aku telah bertaubat kepada Dzat yang Maha menerima taubat lagi Maha penyayang melalui dirimu, dan aku tidak akan pernah mendurhakai-Nya lagi selamanya."

Kamis, 30 November 2017

Bagaimana Sentuhan Tangan Lembut Rasulullah.



FADHALAH dan SENTUHAN TANGAN RASULULLAH





tentu kita ketahui beberapa kali Rasulullah mengalami percobaan pembunuhan, akan tetapi Allah menjaga beliau. karena Allah berfirman:" hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (QS. Al-Maidah: 67).

salah satu percobaan pembunuhan yang pernah dialami Rasulullah adalah yang dilakukan oleh Fadhalah bin Umair Al-Laitsi sebelum mendapat hidayah. ia adalah orang yang membenci islam pada mulanya, kemudian Allah menghendaki kebaikan dan memberikan hidayah kepadanya. sebelum mendapat hidayah, ia sangat berambisi untuk membunuh Rasulullah. 
ketika melihat Rasulullah berjalan di hadapannya, ia bergumam, "orang inilah yang telah membunuh para sesepuhku, menjelek-jelekkan para tokoh, menghina agama, dan menghancurkan patung-patung. aku akan menuntut balasan kepadanya."

ia juga berkata, "kalau aku punya kesempatan, aku akan membanting dan membunuhnya. kalau aku melakukan itu, tentu aku berhasil mengalahkan orang-orang islam. sebab mereka tidak akan berkumpul kecuali karena dia."

suatu hari, fadhalah menyelipkan pedangnya dibalik pakaian dan berjalan mengendap-endap hingga berhasil mendekati Rasulullah. ketika hendak mengambil pedang yang ia sembunyikan,

tiba-tiba Rasulullah berkata, : "apakah ini fadhalah?". 

lalu dengan penuh rasa segan kepada Rasulullah, ia berkata, "ya, saya fadhalah, ya Rasulullah." 

"apa yang engkau niatkan dalam dirimu?" tanya beliau.

fadhalah bingung mendengar pertanyaan itu. dalam hati fadhalah berkata, "apa yang Muhammad ketahui dari batinku? tidak mungkin pertanyaannya ini tentang apa yang ingin aku laksanakan."

namun dengan tenang fadhalah menjawab, "tidak ada apa-apa wahai Rasulullah. aku sedang mengingat Allah."

mendengar jawaban itu Rasulullah tertawa, setelah itu bersabda, "minta ampunlah kepada Allah". ketika itu fadhalah sadar bahwa Nabi Muhammad SAW sudah mengerti rahasia yang ia sembunyikan dan mengetahui niat buruk dalam dirinya, karena Allah telah memberikan wahyu kepada beliau. sebab urusan gaib tidak mungkin diketahui seorang makhluk pun; itu adalah kekuasaan Allah saja.

Rasulullah memanggilnya dan ia pun menghadap serta berdiri di hadapaannya. Rasulullah mengulurkan tangannya yang lembut ke dada fadhalah dan meletakkannya tepat pada hatinya. itulah tangan Rasulullah yang jika menjulur mengenai sesuatu ia menjadi suci dan baik dengan izin Allah. Allah yang menjadikan tangannya suci dan baik. "begitu Rasulullah meletakkan tangan di dadaku, tiba-tiba beliau berubah menjadi orang yang paling ku cintai di muka bumi ini," kata fadhalah.

kemudian ia berkata, " wahai Rasulullah, tadinya tidak ada orang di muka bumi yang lebih kubenci selain engkau, tapi begitu engkau meletakkan tanganmu di dadaku, engkau berubah menjadi manusia muka bumi yang paling ku cintai. aku lebih mencintaimu dari pada ayahku, anakku, harta ku, bahkan diriku sendiri. sejak saat itu, keimanan bersemayam didalam hatinya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:
"tidak sempurnah iman kalian sampai aku lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia." ( HR. Muttafaqun alaih).



fadhalah pun mohon diri dari hadapan Rasulullah dan melangkah pulang. di tengah perjalanan ia melewati seorang wanita yang pernah ia ajak berbincang-bincang sebelum ia beriman. 
" mari berbincang-bincang lagi wahai fadhalah," ajak wanita tersebut.
"tidak." jawab fadhalah. 
"aneh, apa yang mengubah mu hari ini?" tanya wanita itu. 
"iman kepada Allah dan Rasul-Nya," jawab fadhalah 

setelah itu ia melanjutkan syair:
ia berkata, mari berbicara maka kukatakan tidak

Allah dan islam tidak merelakan hal itu untukmu

kalau saja dirimu melihat Muhammad dan pasukannya

di hari penaklukan mekah; hari patung-patung dihancurkan

tentu engkau lihat agama Allah terlihat jelas

sedangkan ke syirikan tertutup wajahnya dengan kegelapan


fadhalah kini berjalan diatas jalan islam dan menggenggamnya dengan erat. ia berhasil mendapatkan isinya dan merasakan kenikmatannya. ia berubah menjadi dai yang mengajak kepada kebaikan serta mengingatkan dari kejahatan. ia yakin bahwa jalan keselamatan hanyalah jalan para Rasul. jalan yang harus ditiru adalah jalan orang-orang pilihan. mengisi hidup dengan ketaatan adalah sebuah kewajiban. karena dunia adalah negeri persinggahan.

ia pernah berkata,"segala puji bagi Allah yang telah memberi ku petunjuk dan memasukkan ku kedalam agama islam sebelum aku meninggal dunia. memuliakan ku dengan menjadi sahabat Rasul-Nya, dan menjadikan ku dikenang orang-orang di generasi mendatang. amiin